Rabu, 20 April 2016

Sabar dan Ikhlas

Malam ini,,tiba2 hp ku berdering tanda ada pesan dari WA....

aku segera membukanya...ternyata ada pesan dari sahabatku yang sedang dikampung halamanya...Namun yang menjadi penasaran isi pesannya...Ia merupakan seorang sahabat yang jika sudah tidak bisa menahan sesuatu untuk ia simpan makan dia akan menghubungiku...

deg..pesannya berisi " septi...beri aku tausyiah tentang sabar dan ikhlas"...saat itu yang terbersit di otakku problem apa yang sedang ia hadapi....

kemudian, aku layaknya orang yang pintar ngmong tentang sabar...namun sangat sulit menjalaninya...ya aku jelaskan saja sabar itu gimmana,, beri kata2 penyemangat untuknya...namun ketika dia berbalik bertanya lgi kepadaku..."..aku sudah 3 tahun bersabar...tp tak jua membuahkan hasil...jika Allah menjanjikan kebaikan pada orang yang bersabar,,kenapa ujian demi ujian makin berdatangan??" semakin ia mengeluh semakin tausyiahku malam itu makin kuperpanjang....Alhamdulillahnya ia agak tenang,, ntah dalil apa yang aku keluarkan sedangkan sebenarnya aku hanya pintar berdalil,,menjalaninya sulit sekali...

tak lama kemudian,, ia bertanya lagi...gimana kamu?? sabarmu apa kabar??,haha*sambil ketawa mengejekku,,, 

(pikirku...kenapa kamu bertanya ini,,, tentu saja sampai detik ini aku masih percaya makna sabar) cuman aku bisa jawab untuk menghiburnya saja saat itu... " aku,,, ya detik inipun aku belom bisa menguasai ilmu sabar apalgi ikhlas...kemudian dengan nada mengejek lagi..."ah kamu masa gk bisa ikhlas??" aku jawab lagi...."wah kalo masalah itu tentu beda donk hahaha"...

...dan yang menjadikanku agak dilema saat itu kata2nya yang mengajakku untuk gak hanya bisa menasihati tentang sabar dan ikhlas tp harus bisa diterapkan juga...apapun jenis masalahnya semua sama saja katanya,, bahwa sabar dan ikhlas itu 2 hal yang harus bisa dibuktikan...akhir dari perbincangan kami menggantung karna aku tak ingin diperpanjang tentang masalah yang kuhadapi...akhirnya aku hanya me read saja isi WA terakhirnya...

ketika itu,,, aku mulai memikirkan kembali....mungkin dari kacamata manusia melihatnya sesuatu yang buruk jika aku masih bersabar dengan masalah yang aku hadapi...tapi ntah kenapa keyakinanku berbeda...aku malah makin yakin bahwa sabar ini adalah sebuah kelebihanku...yang tak semua orang bisa bertahan untuk menghadapinya....

Aku ingat bahwa pelangi itu muncul setelah hujan itu turun...dan bisa jadi juga setelah banyaknya sabar dan mengikhlaskan disitu kisahnya akan seindah pelangi....pelangi itu indah bukan??...jadi lanjutlah untuk bersabar jika kamu yakin akan membuahkan hasil seindah pelangi....^^

...






Sabtu, 02 Januari 2016

Luas Hati...

Salam cinta menuju soreh...menuju senja yang dinanti...

Lautan dan langit itu sama-sama luas..
sama-sama tak bertepi..
namun, keduanya tidak bisa kita ukur dengan satuan apapun...

Lautan dan langit itu sama-sama terlihat biru..
Padahal kita tau...
bahwa sebenarnya keduanya jernih, bening, 
tanpa ada satu warnapun ada dalam dirinya...

Bisakah kesabaran kita seluas lautan..
Bisakah hati kita sejernih langit...
Jikapun suatu saat berubah warna karna dipengaruhi oleh sinar matahari...
Bisakah warna itu akan memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi siapapun yang memandangnya...

Sebagaimana hati kita...
Bisakah warna yang ada pada hati kita...
adalah warna yang tulus, ikhlas, dan bisa dirasakan oleh hati orang lain...

Hidup kita tentu tidak lepas dari berbagai masalah..
Maka kita akan sama-sama meluaskan ruang penerimaan di hati kita...
Agar senantiasa lapang...
Selalu memberikan ruang untuk belajar...
Ruang kesabaran...
Ruang keikhlasan...
dan ruang yang penuh dengan prasangka baik...

Luasnya hati tidak bisa kita saksikan wujudnya...
Setiap orang kita temui, tengah bergelut dengan dunianya sendiri...
Dunia yang tentu saja, seperti dunia yang kita pijak saat ini, memiliki lautan dan langit...
Tempat yang luas untuk menampung segala keresahan, dan ruang yang luas untuk dimaknai...

Tempat itu adalah HATI....






Rinduku yang kunanti

Rindu...
Sebuah kata untuk mereka yang sedang dilanda sepi..

Kala kita harus jauh dari orang-orang yang kita cintai,,
ntahkah itu ayah,ibu, teman, atau saudara kita...
rindu ini akan hadir...

Kadang kita disibukkan dengan sesuatu yang membuat kita lupa kepada mereka...
Suatu waktu kejenuhan menghampiri, hingga tempat kita kembali adalah mereka..
Berupaya keras merantau ke kota orang ataupun negara orang..
yang terpikirkan hanya inginkan sebuah kesuksesan..
Tak dapat dipungkiri, kita membutuhkan sebuah motivasi untuk itu..
Layaknya tujuan kita adalah kebahagiaan mereka..

Bersusah payah melawan waktu dan keinginan..
Menahan rasa dengan satu harapan,,
Menghitung hari demi hari...
Waktu akan mempertemukan kembali..
Walau terkadang kenyataan tidak sesuai dengan keinginan...
dan terkadang pula kita perlu waktu yang lebih lama..
untuk bertemu dengan orang yang kita sayang..





Jumat, 18 Desember 2015

Sekedar Impian


Diam-diam kutuliskan sebuah impian....

ditemani sebuah pena dan secarik kertas 
bermula dengan berimajinasi..
namun imajinasi yang tanpa batas...

Satu persatu mengerucut menjadi jelas...

kupilih satu menjadi prioritas..
harap2 cemas terbayangkan...
akan asa yang belum tergambar dengan jelas..


Inginkan ini itu,,tapi tak tau dimana mulainya...
jauh-jauh melangkah...
kemudian kembali mundur...
entahkah ketakutan atau ketidakmampuan..
dan kusebut "ia" Sekedar impian...

Sabtu, 14 November 2015

“Bersabar Dalam Ketidaknyamanan”



Tentu tidak asing dengan kata “nyaman” ini...karna sejatinya kita seorang manusia yang selalu ingin hidup nyaman....namun, lupakah kita bahwa nyaman membuat sang pemiliknya betah, sampai tidak ingin berlari mengejar ketinggalan..

Bimbang?? Betul...ketika sempat ditawarkan seseorang untuk keluar dari zona nyaman,, layaknya tidak yakin bahwa bisa menjalaninya jika berada diluar zona ini....

Terkadang kondisi memaksa kita,, mau tak mau...harus meninggalkannya...saat dunia membutuhkanmu...tak ada pilihan lain, kata hati memaksa untuk mengikutinya...

Sebenarnya banyak pilihan didepan kita...hanya saja pilihan itu seakan mengajak kita untuk menebaknya sendiri...berujung maniskah atau pahit...

Adakalanya kita diresahkan dengan ketidakpastian...menimbulkan banyak keraguan dan pikiran negatif...suatu waktu  bisa membelokkan kita ke arah yang seharusnya bukan menjadi tujuan kita..

Apa yang salah dari kejadian itu??

Tidak selamanya perkiraan kita tepat, karna hati bisa terbolak balik. Tentu dengan sangat mudah terbolak balik....

Biarlah itu terjadi...Karna kita bisa menilai sendiri seberapa besar cinta kita kepadaNya...karna cinta sejatinya teruji dengan kondisi apapun ia akan tetap setia dengan yang ia cintai...tak peduli mau di zona mana, tak peduli seberat apa perjalanan diluar zona yang ia harapkan akan mengujinya...ia akan tetap berdiri kokoh setia pada cintaNya..semua akan ia korbankan, meskipun harus melepaskan kenyamanan yang ia rasakan...



Sabtu, 10 Oktober 2015

Suara Hati...

Gemericik air merdu terdengar,,
ingin kudengar selalu,,agar tak ada suara lain yang bisa kudengar,,
selain suara yang merdu itu...

Menenangkan,..
membawa suasana hati yang kalut tak karuan menjadi damai...
kelak inginkan damai seperti ini selalu..

Berbicara mengenai damai membuatku meneteskan air mata tanpa sengaja...
aku sedang tidak mengeluh ataupun menyesali sesuatu...
tapi ketika air mata itu jatuh itu tandanya aku sedang merindukan sesuatu...
mungkin merindukan kedamaian....

Sesuatu yang tak bisa diungkapkan dengan jelas...
tapi mngkin bisa tertuliskan dengan sebuah pena....
hanya saja semua tak bisa menangkap dengan jelas suara hati...
beberapa memahami,, tapi banyak juga tak paham...

Sayang...
jika itu ditumpahkan ke tempat yang salah,,
menahan diri akan lebih baik ketimbang menumpahkannya...
namun,,sekali lagi sayang banyak yang tak bisa menahannya...
hingga tertumpah, berserakan dimana-mana..
hingga akhirnya menyesali...


Senin, 08 Juni 2015

Labil...

Labil....
aku sangat tak suka dengan kata labil ini...
kau tau kenapa??...
banyak pertengkaran yang terjadi hanya karna kelabilan...
ntah pertengkaran yang kubuat sendiri dengan hati,,,
atau bahkan pertengkaran yang kubuat dengan bayangan kusendiri...
aku benci sifat labil yang ada pada diriku...
hingga sering membuat keadaanku menjadi susah payah...

Terkadang....
kegagalan itu terjadi lantaran labil ini menghampiri...
kau tau labil ini datang darimana??
iyaa...dia datang lantaran adanya bisikan kecil yang dihembuskan ke telingaku...
membuatku menjadi ragu untuk melangkah...
sedangkan langkah yang harus aku pilih adalah jalan kebaikan...
tp selalu saja labil ini menang menguasaiku...
hingga harus aku akui dia berapa kali memenangkan emosiku ini...
sedang aku...akhirnya menangisi lagi dan lagi penyesalanku...

Pernah....
iya aku pernah membuat sebuah keputusan...
lantaran aku benar2 sangat membutuhkannya...
namun,,...
dipertengahan jalan aku melepaskannya...
hingga akhrnya aku bertemu persimpangan jalan...
dimana persimpangan itu menghadirkan aku banyak jalan untuk aku pilih...
tp yang ada aku menjadi bingung....
ingin kembali kebelakang tapi sungguh tak bisa...
sedangkan jalan yang dihadirkan dihadapanku ini..
jalan yang benar2 samar...
terlihat dari kejauhan gelap melewati banyak terowongan gelap...
namun ada juga jalan lain yang terlihat banyak lampu menghiasinya...

Kau tau kenapa keadaan ini aku jalanin?/...
lantaran labil yang ada pada diriku...
ketidaktegasan yang menjadi temanku,..
dan rasa penakut yang selalu menghantuiku....


Terlintas dibenakku...
seandainya dan seandainya...
ahhhhhhhhhhh...........................
tapi kata "seandainya" tidak bisa mengembalikan waktu bukan..?
yang adaaaaaaaa.....
mengingat masa lalu hanya makin membuatku terpuruk...

Kondisi menyusahkan ini mau tidak mau harus dijalanin bukan??
tapi bukan berarti menjalaninya penuh dengan penyesalan ,,,
karna aku yakin dengan takdirNya...
Dialah yang mengizinkan setiap kelabilanku terjadi,,,
tapi bukan berarti juga aku mempertahankan sifat labil ini...

Sebenarnya....
manusia diciptakan penuh dengan kekurangan...
tugas kitalah yang mengoreksi setiap kekurangn itu...
untuk apa?
untuk menjadi manusia yang lebh baik...
tapi yakinlah apapun yang terjadi dalam hidup ini...
semuanya tidak ada yang kebetulan melainkan sudah tertulis di lauhl mahfuz...
jauh sebelum terlahirnya manusia kemuka bumi...

Jadi,,,masihkah inginkan labil??^^



Selasa, 12 Mei 2015

Mawar Berduri...

Cerita ini datang dari seorang wanita cantik nan shalihah...

Dulu,,, aku pernah berjumpa dengan seorang wanita sebut saja namanya mawar...
layaknya bunga mawar yang terjaga karna durinya...iapun terlindungi karna aturan2 Tuhannya...
iyaa benar ia wanita shalihah idaman banyak laki2...

perjumpaan kami ini kedua kalinya,,, tapi keakraban kami seakan terlihat seperti seseorg yang bertemu dengan sahabat lamanya...mungkin rasa rindu itu muncul lantaran tujuan kami sama...

perjumpaan pertama terjadi ketika aku dan dia duduk berdampingan di sebuah bis kota..kalo tidak salah kami di bis hanya 3 jam saja di perjalanan..aku dan mawar berkenalan disana...yang ku kagumi saat perjumpaan pertama..ia menggunakan cadar dan pakaian taqwanya yang melebihi diriku...ya bisa dibayanginlah ya...

ketika aku berkenalan dan ngobrol dengannya, akhirnya ia membuka cadarnya didepanku...karna saat itu tidak ada laki-laki yang duduk disebrangku, kebetulan laki2 yang duduk itu ada didepan semua, kami duduk dikursi deretan keempat. Subhanallah saat ia buka cadar, sungguh cantik sekali sampai2 aku tidak bisa mendeskripsikannya...*pikirku, pantas saja dia memakai cadar, Allah menganugerahkan kecantikan yang luar biasa dari wajahnya..yang bisa menjadi ujian buat dirinya...seterusnya kami mulai mengobrol banyak dari bertanya nama, tempat tinggal, pendidikan dan lain2..tapi satu yang terkesan dari pembicaraan kita, ia bercerita tentang perjuangannya menjadi seorang hafidzhoh, yang membuatku terkagum-kagum dengan usianya yang masih muda...
karna bisnya sudah mau sampai dan kita berpisah krna tujuan yg berbeda... *masyaAllah yang aku sesali aku lupa meminta no.hpnya, line atau apalah yang lagi trend jaman sekarang...maklum ikutin trend..

Namun, saat itu tetiba aku berdoa kepada Allah untuk bisa dipertemukan lagi dengannya, karna luar biasa banyak hal yang bisa aku contoh dari dirinya...

suatu hari Allah mengabulkan doaku, seketika aku berjumpanya dikotaku, dia sedang duduk bersama seorang laki-laki, saat itu dia mash menggunakan cadarnya, aku mengenali cadarnya makanya aku tau itu dia, ketika aku dekatin dia, ternyata benar dia mawar...

perjumpaan kami yang kedua mendetak rindu yang sangat, ya mungkin karna aku yang rindu sekali kepadanya, mencari-carinya namun baru ketemu saat itu. mawar mengenalin laki2 yang disampingnya, ternyata laki2 itu suaminya...tapi alangkah kotornya pikiranku saat itu, menilai laki2 itu seprti tidak pantas bila disandingkan dengan mawar...karna fisiknya yang jauh berbanding sekali dengan mawar....ah...kupukul saja mukaku karna sudah tidak sopan menilai orang dengan kejam. seterunya mawar mengajakku duduk dan mengobrol...saat suaminya meminta izin untuk membelikanku minum, karna menghormatiku sebagai tamu istrinya. Saat itu aku mulai mengobrol banyak hal dengan mawar. kemudian tidak sengaja aku bertanya kepada mawar... " mawar apa yang mebuatmu memilih laki2 itu, yang tampak kasat mata laki2 itu biasa saja tidak ada yang istimewa...akhirnya mawarpun tersenyum dan mulai menceritakan kisahnya kenapa memilih laki2 itu sebagai suaminya...

"laki-laki itu seorang hafidzh sama seperti mawar, ia laki2 yang shalih yang banyak mengingat Allah, kebaikan yang ada pada dirinya yang menjadikan mawar memilih dia dibandingkan laki2 tampan,, selama masa mudanya ia habiskan untuk jalan dakwah..ia menjaga dirinya untuk menjauhi wanita yang bukan mahramnya, kata mawar...ia laki2 spesial yang insyaAllah menghantarkannya ke syurga..."

Subhanallah,, mendengar keistimewaan laki2 itu sampai membuatku merinding...baru kutahu bahwa keimanan dan ketaqwaan seorang manusia kepada Rabbnya melebihi dunia beserta isinya...

Mawar begitu membuatku kagum...ia benar2 wanita yang shalihah, matanya jeli untuk melihat mana yang membawanya ke surga maka akan dipilihnya itu meskipun orang lain tak melihat itu tapi ia bisa melihatnya dengan mata hati...

Sekali lagi diperjumpaan kedua aku mendapatkan banyak pelajaran dari mawar...tanpa ia ketahuin aku kagum kepada keshalihan dan kepatuhannya kepada Allah...Semoga aku dan wanita muslimah lainnya bisa menjadi mawar berduri yang penuh kejutan..:)



Minggu, 10 Mei 2015

Dirinya.....

Aku sungguh melihat kecintaan begitu mendalam dari wajahnya...
wajah yang begitu terlihat banyak fikiran..dan kuyakin fikiran itu banyak mengenai bagaimana agar mendapatkan kemenangan untuk Tuhannya..
{Fikirku,,seandainya aku bisa merasakan juga kecintaan yang begitu mendalam kepada Tuhanku seperti rasa cinta yang ada dalam dirinya, namun ku lihat diriku sendiri untuk setia pada aturanNya saja masih sulit..bagaimana bisa merasakan rasa cinta seperti itu}

Sejenak aku merenung apa yang sudah aku lakukan untuk tegaknya khilafah di muka bumi ini..
aku seonggok manusia yang sering salah.. sering tersesat karna nafsu yang tak pernah merasa cukup..
aku kembali melihat wajah itu,,aku mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari mulutnya seakan tidak ingin ketinggalan...aku sungguh mengagumi sosok orang ini...ia inpirasi buat banyak orang..

katanya : " Ketahuilah, hidup didunia ini hanya sementara...jika kau tak baik memanfaatkan kesempatan waktu yang diberikanNya, kau akan rugi dunia dan akhirat. Hidup ini singkat, jika kau isi dengan hal yang tidak bermanfaat akan semakin jauh dirimu dengan TuhanMu...TuhanMu akan tersenyum jika kamu berikan seluruh hidupmu kau peruntukkan untuk TuhanMu...tak kau lihat bumi ini semakin hari semakin tua,, ketika bumi ini tidak tahan lagi ia akan hancur melebur, lalu kamu mau lari kemana jika kamu tidak dekat dengan TuhanMu?"

Seorang insan ini merindukan kemenangan,, kemenangan yang sudah dijanjikan TuhanNya,, untuk mendapatkannya butuh pengorbanan yang luar biasa...ya pengorbanan waktu, tenaga, uang, semuanya akan ia korbankan demi tegaknya khilafah di muka bumi ini..semangat yang ada pada dirinya seakan sampai ketubuh ini yang ikut merasakan kobaran api semangat dari dalam dirinya.

"Lihatlah dimana orang2 saat ini egois untuk kepentingan dirinya sendiri, mengumpulkan harta untuk ditumpuk2 agar tak habis 7 keturunan, dimana waktu yang ia habiskan hanya untuk mengejar kebahagiaan dunia,, saling jatuh menjatuhkan agar menjadi yang paling unggul dimata manusia, dan menghalalkan segala cara yang penting ia bahagia" tapi dirinya yang aku lihat tidak sedikitpun tergiur dengan fartamorgana dunia itu...ia tinggalkn semua itu hanya untuk Tuhannya...meskipun kesempatan itu ada tak menjadikan dia berubah sedikitpun dari posisi jihadnya.

"fikirku.....bagaimana mungkin Allah tidak memberikan gantinya surga sebagai balasaan apa yang ia lakukan"...ah...aku ingin sepertimu...wahai ukhti...

"Wahai orang-orang yang berakal, jika akal yg diberikan TuhanMu tidak menjadikan kamu pintar untuk mencuri kesempatan, bekal engkau diakhirat, tenggelamlah kamu dalam kebodohan"

*sambil menunjuk diri sendiri







Minggu, 08 Maret 2015

"Ridha tidak ridha, takdir Allah pasti terjadi"

"Sabar tak bertepi, ikhlash tak berujung"
 
Kalimat diatas baru tadi pagi saya dengar, sungguh membuat jiwa ini bergetar lembut menggelitik serambi nuraniku dan membimbing ku masuk lebih dalam lagi untuk mengerti arti kata "R I D H A".
Flashback  ketika semua masalah rasanya tak menemui ujung pangkalnya, ketika semua rasanya buntu, ketika kehilangan rasanya begitu menyesakkan dada, ketika semua yang tak enak itu menyapa jiwa kita, tugas kita sebagai hamba Allah adalah mengembalikan semua masalah kepada Allah Sang Pemilik jalan keluar, bukan???

Percayakan kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah tidak pernah berdusta ketika Dia mengatakan akan menolong hamba - hamba-Nya yang bermunajat di dua pertiga malam. Mintalah kepada Allah apa saja. Iya, apa saja, tak perlu di pilih - pilih. Ingatlah selalu bahwa Allah tidak pernah ingkar janji!!! 

Sederhana, kan? Memang, tak ada yang rumit koq dari hidup ini ketika kita menggantungkan segalanya kepada Allah. Ketika putus cinta, ketika istri tercinta diambil Allah, ketika suami tercinta meminta untuk menikah lagi, ketika perceraian harus terjdi, DUNIA TIDAK KIAMAT! Kehilangan demi kehilangan ini, ketika kita ridha maka Allah akan Ridha dan ketika Allah ridha maka siap - siap mendapatkan pengganti yang jauh - jauh lebih baik. Allah tahu kok  kemampuan kita. 

Allah mengerti sekali kapasitas kita dalam menyelesaikan masalah -

Rabu, 04 Maret 2015

"The Power Of Love"

"Love is cinta".....

Cinta didasari dari sebuah rasa. Rasa yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, namun akan dengan sendiri muncul menjadi suatu bentuk kepeduliaan. Tak peduli seberapa lama ia bertahan, tak peduli apakah cintanya terbalas atau tidak, dan tak peduli ia memiliki kekurangan sehingga ia akan tetap menjadi orang pertama yang akan siap berkorban untuk orang yang ia cintai.

Kata cinta ini tidak bisa terpisah dengan kata sayang, karna mereka saling melengkapi satu sama lain. Mungkin bisa dibilang cinta tanpa kasih sayang seperti bumi tanpa langit, karna bumi tanpa langit akan hampa. Seperti itulah cinta, saat pertama akan dijumpai adalah cinta namun setelahnya akan bertahan lama apabila sayang menyertainya.

Cinta dan sayang merupakan anugrah terbesar yang diberikan sang Pencipta kepada makhlukNya. Dengan cinta, orang akan siap berkorban, layaknya seorang ibu yang rela berkorban untuk melahirkan seorang anak, tak peduli nyawanya akan terenggut atau tidak, yang ia tahu bahwa anaknya harus lahir dengan selamat. Begitupun dengan cinta yang lainnya akan sama. Begitulah seharusnya pemahaman cinta yang kita lakonin dalam menjalani kehidupan ini. Dengan "Power of Love" kita bisa menikmati manisnya pengorbanan cinta.






Senin, 02 Februari 2015

Minggu, 04 Januari 2015

Bundaku...

Benarkah????

Benarkah bun...jika tak banyak waktu untuk saling mencinta...?
Benarkah bun...jika kita tak boleh menyimpan kebencian pada orang?
Benarkah bun..ketika kita membenci seseorang seakan-akan kita hidup bagaikan di neraka?
Benarkah bun....pelangi itu akan muncul dikala hujan berhenti?
Benarkah bun...sabar itu pasti membuahkan hasil?



Bundaku...aku ingin sepertimu..
Kepolosanmu tidak mengundang buruk sangka terhadap orang lain,
Kebaikanmu mengundang cinta dari orang lain,,
Kesabaranmu tidak mengundang kepedihan,,
Rasa kasih sayangmu mendekatkan orang lain untuk mendekapmu,
merindukan belai kasih sayangmu...

Bundaku...aku ingin sepertimu..
Saat ujian datang bertubi-tubi...
Engkau tetap kokoh berdiri membimbing kami..
Tetap ada untuk mendukung cita-cita kami..
Yang akan selalu menunjukkan jalan kebaikan kepada kami...

Taukah bun...aku sangat mencintaimu..
aku ingin membahagiakanmu...

Kala usiamu tua nanti, inginku selalu disampingmu...
merawatmu, menjagamu, dan selalu bisa engkau andalkan saat engkau butuhkan...
layaknya dirimu yang selalu menjagaku di waktu kecil...

Bundaku.. bahagiamu adalah bahagiaku..
dukamu adalah dukaku juga...
bundaku, aku menanti waktu dimana aku dan bunda bisa bersama-sama lagi....
mungkinkah 3 tahun lagi, setelah kuselesaikan semua citaku...

Semoga Allah SWT tak hanya didunia ini saja menaungi hati kita untuk bersama tp,
semoga kelak juga masih mempertemukan kita kembali di JannahNya..aamin


Senin, 01 Desember 2014

Kota Kenangan itu....

ya....Bogor lah tempatnya....



Pagi itu...si nona manis tengah sibuk mempersiapkan perjalannya ke bogor...tujuan awalnya untuk mengikuti suatu test yang ntah diapun tidak begitu yakin bisa lulus di tahap tes ini...secara matapelajaran itu sudah lama tidak ia pelajari...namun ntah kenapa ada begitu keyakinan arah kakinya harus melangkah kesana...

yaaaa...siang harinya nona manis itu berangkat dengan naik bis menuju ke bogor..ketika dia naik bis itu tidak terlalu penuh penghuninya...ya dia duduk saja dekat jendela... tiba-tiba ada laki2 yang keliatannya cuek sih dan duduk tepat d sebrangnya..si nona manis tidak berani menengok kekiri takut2 dia akan ke GRan karna sering ia liatin..akhirnya si nona manis itu hanya menoleh ke kanan saja sambil melihat pmndangan diluar dan menikmati bacaan Al-qur'an...eh..ada seorang karyawan bis itu menghidupi televisi.. dan kebetulan sinetron cerpen lucu yang ditayangkan di TV itu...

si nona manis dan laki2 cuek itu tertawa bareng sambil menonton tv itu...karna malu si nona manis menyembunyikan ketawanya di balik tangannya...ya maklum saja disampingnya ada seorang laki2 muda seumuran dia mungkin...

namun, karena sudah memasuki tol..akhrnya sinyalnya pun hilang dan TV pun dimatikan...yaa pikirnya sudah tidak ada lagi hiburan...kemudian si nona manis melanjutkan saja tilawahnya...sesekali dia nengok kesamping kirinya ternyata laki2 cuek itu tidur dengan pulasnya..{sambil mengernyitkan dahi}

Tilawahpun sudah beres ia selesaikan akhirnya si nona manis ikutan tidur..pas bangun seketika bis nya sudah sampai di bogor, dia pun sibuk sms kakak sepupunya yang dibogor..takutnya sudah terlewat katanya...

Kakak sepupunya nya pun memberi kabar untuk berhenti di dramaga cantik...{pikir si nona manis, emng ad ya daerh itu} akhirnya dia memberanikan diri nanya laki2 yang di sebrang duduknya.. pas sekali dia nanyanya dan si lki2 itupun memberitahu tempatnya dan si nona segera turun dari bis...Hal yang membahagiakan dari pembicaraan itu akhirnya dia ngobrol juga sama laki2 itu walaupun hanya sebentar..ternyata dia masih kuliah di IPB...hatinya pun senang sekali walaupun dia gak tau kapan bs ketemu sama laki2 cuek itu...

Tak terasa dia sudah sampai di bogor tempat kakak sepupunya... sesampainya di dramaga,kknya pun ngajak dia untuk makan dan kenalan dlu sm teman2nya.. si nona manis yang pemalu itu akhirnya pun ikut ajakan kakaknya..dia berkenalan dengan banyak orang yang semuanya calon dosen S2 maupun S3...sesekali ia digodain sama bapak2 teman kaka sepupunya,...{ah..gini kah mereka calon dosen tampak serius dan berpendidikan sekali} si nona manis senang sekali bisa kenalan dengan mereka..

Esok paginya ia harus test..tapi sebelum tes dia dan kakaknya harus nukar motor dulu karena motor kakaknya gak ada stnk nya..yawda akhirnya dia nukar motor dikosan teman laki-lakinya.. dia bertemu dengan laki2 lagi yang dibenaknya mirip dude herlino..ya aktor favoritnya karena soleh bgt katanya,, tapi gk kenalan sih hanya saja dia sudah melihatnya..tampak laki2 itu soleh dan kayaknya gak pernah pacaran...apalgi kaos yang ia pakai itu kaos organisasi keislaman...makin saja si nona manis penasaran..tapi dia malu untuk bertanya..yauda dia lupakan saja rasa penasarannya...

sepulang dari kosan teman laki2 kakak sepupunya mereka pergi jalan-jalan keliling kampus IPB...si nona manis senang sekali bisa diajak keliling dan berfoto-foto disana...

Waktu sudah menunjukkan soreh, dan tampak langit sudah mendung...akhirnya si nona manis dan kakknya pergi belanja dlu sebelum pulang..eh si nona manis ketemu lagi kakak yang katanya mirip dude herlino itu...kakak itu merhatiin dia dari kejauhan..tampak ke GRan sekali si nona manis..padahal mungkin itu pandangan biasa...haha tapi yasdahlah toh hanya akan terjadi di wktu 3 hr ini saja selama di bogor...

ah...tak terasa si nona manis sudah banyak mengelilingi kota bogor...esok paginya dia harus pulang ke bandung untuk memenuhi amanah2nya yang sudah menumpuk...Tapi 1 hal yang ia dapatkan bahwa ketika dia bangkit dan percaya esok hari itu akan ada ganti dari apa2 yang Allah ambil dari kita...dan buka sedikit mata untuk melihat dunia lainnya yang bisa memberikan banyak kebahagiaan untuk kita....







Selasa, 25 November 2014

Rasa Ego...




Kertas putih itu kini sudah banyak terisi tulisan...

Ceritanyapun sudah tak dapat dipahami lagi..
mungkin sang penulisnya sudah lelah untuk menulis kelanjutan ceritanya...

kini dia isi saja dengan tinta yang berwarna merah..
ceritanyapun menjadi penuh emosi dan tak terkontrol..
satu per satu dia tulis ceritanya dengan tragis..
terkadang ceritanya membingungkan bagi yang membacanya...
kadang ceritanya menjadi tak karuan..
kadang juga ceritanya sulit untuk dipahami...

Rasa Ego yang ada dalam dirinya melumpuhkan logikanya...
dia tak dapat lagi melihat kenyataan di depan matanya...
yang ada dia hanya emosi saja...
melihat segalanya masih ada harapan..
harapan yang menurut orang lain itu semu...
tapi dia masih tetap meyakinkan hatinya...
kalau cerita yang dia inginkan suatu saat nanti akak terwujud...

katanya.........
apa yang di inginkan Tuhan terhadap dirinya..??
kenapa ceritanya menjadi seperti ini...
penuh dengan derai air mata...
yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya....
apa sebenarnya yang diinginkan Tuhan terhadap dirinya...
kenapa jalan cerita orang lain begitu indah akhirnya...
sedangkan ia melihat kenyataan pada dirinya..
seperti lilin yang lama2 meleleh ....
dan dilupakan begitu saja,,,
ketika sudah tidak berguna lagi akan dimatikan..
atau ketika sudah habis akan diganti yang baru...

Apa seperti itu Tuhan memperlakukannya...
tapi rasanya Tuhanku tidak seperti itu...
Dia maha baik, Dia mengabulkan segala do'a...
mungkin saja Tuhanku hendak melihat kesungguhan cintanya kepadaNya...
akhirnya dia meyakinkan dirinya..
jika suatu saat nanti Tuhannya akan memberikan apa yang diharapin selama ini....






Jumat, 24 Oktober 2014

Seorang wanita yang malang....

Tampak sering terlihat di sekitar komplek rumahku...
seseorang yang terlihat malang, namun tidak memiliki daya upaya untuk merubah nasibnya...
sering sekali rasanya melihat wanita ini di sekitar komplek rumahku...

Ingin menyapa, tapi rasanya bingung mau ngobrol apa...hah...kubiarkan saja dlu..
sampai suatu ketika, Allah mempertemukan kembali aku dengan seorang wanita tersebut, kali ini dia tampak malang sekali meminta uang buat makan ke seorang pemilik rumah besar tidak jauh dari rumahku, namun hanya diberi uang senilai seribu...ah.. pikirku cukup apa dengan uang seribu, di jaman sekarang,,tp nampaknya seorang wanita itu sangat berterima kasih karna sudah memberinya uang,,,



Setalah itu, datang tiba2 seorang wanita tersebut menghampiriku, mungkin karna aku dilihatnya sedang membawa dompet...hehe
sama halnya yang dilakukan sebelumnya, dia bercerita kalau dia membutuhkan uang buat makan...sebelum itu, aku banyak bertanya dulu kepadanya,, karna aku penasaran cerita hidupnya... mengapa hampir setiap hari dia meminta-minta di sekitar kompleks ini.

"dia seorang wanita yang sebatang kara, yang hidup di sekitar buah batu, masih memiliki beberapa saudara, dan rumah, tapi malangnya rumah warisan itu dijual saudara2nya, katanya tak sepeserpun dia dapatkan uang dari penjualan rumah itu. untuk membeli bajupun tidak ada, terlihat sekali dari pakaiannya yang compang camping dan lusuh karena hanya 1 1 nya pakaian yang ia miliki, selain itu terlihat juga kakinya yang tampak sekali tak pernah terurus karena sering dijalanan, rambut yang sudah tipis, kulit yang kasar karena gak pernah diurus"

Ada sesuatu hal yang masih menjanggal di hati saya saat itu, ketika saya menawarkan untuk memberikan pakaian kepadanya, dia menolaknya karena katanya dia tidak ingin hanya sekedar pakaian saja yang diberikan cuma2, tapi dia ingin kerja di rmhku..ah.. sayangnya aku belom bs memberikan pekerjaan kepadanya. Sungguh rasanya mau menolong wanita itu, tapi apadaya yang sangat dia butuhkan adalah sebuah pekerjaan agar dia tidak meminta-minta lagi..Setelah itu, saya hanya bisa memberikan uang yang tdak seberapa berharga, mungkin cukup untuk makannya saja,, lalu dia pergi mengucapkan terimakasih dan meninggalkanku...

Aku pun pergi meninggalkannya, dan sambil berfikir..." seandainya saja saya sudah bisa membuka lapangan pekerjaan buat orang yang butuh seperti itu, hatiku tidak akan secemas ini memikirkan nasib seorang wanita tadi, meskipun hanya sekedar diperkerjakan untuk bersih2.. sayangnya salah satu mimpiku belom bisa kuwujudkan saat ini. (dalam hati) butuh waktu berapa tahun aku bisa membuka lapangan pekerjaan buat orang banyak yang sangat2 butuh seperti itu, agar tak ada lagi orang2 yang malang meminta-minta dijalanan...

Oleh karena itu,, semangatku untuk membuka usaha semakin besar untuk mensejahterkan banyak orang..masih banyak yang perlu dibenahi, sungguh masih banyak.. biarlah itu kutulis sebagai bagian mimpi2ku,,hanya saja ketika kita nanti dipanggil yang Maha Kuasa, kita sudah meninggalkan banyak jejak kebaikan dibumiNya...Semoga kebaikan2 yang dihati kita bisa kita wujudkan secepatnya..aamin...




















Senin, 06 Oktober 2014

Lamunan Panjangku...

 Perlukah kuingat kembali...???

Tak sadar, sudah 30 menit aku duduk termenung di atas sajadahku...
Saat itu pikiranku tertuju padaMu...tak begitu paham, tp aku begitu serius memandangiMu...
Mungkin aku ingin mengaku salah kepadaMu...aku begitu lupa ada Engkau yg slama ini menjagaku..
ada Engkau yang selama ini memperhtikan..
aku merasakan Engkau begitu dekat di hatiku,,tp aku sering lupa,,
hingga kealpaanku membuatku melupakanMu..

Lagi dan lagi...aku bersimpuh mohon ampun...
layaknya manusia yang tidak pernah berjanji untuk tidak melakukan salah...
padahal....Engkau selalu beri aku kesempatan..
tp mengapa aku sia2kan kesempatan itu...




Masih diatas sajadahku..
aku khawatr,,,Engkau tak beri kesempatan lagi untukku..
bagaimana aku...
air mataku tak terasa jatuh membasahi sajadhku..

Masih dengan lamunan panjangku...

Aku sadar,, tak semua yang kuinginkan akan aku dapatkan..
tak semua khayalan menjdi kenyataan..
begitupun dengan khayalanku...
aku terlalu memimpikan dan terlalu berharap kepada makhluk,,
hingga aku melupakan penciptaNya...

Aku tak ingin sendiri lagi...
aku tak sanggup Engkau tinggalkan wahai Rabbku..

aku ingin Engkau selalu di dekatku, membimbingku, dan menjagaku...
maafkan aku...
maafkan aku...

Tiba2...
aku sadar dari lamunan panjangku...
kusungkurkan kepalaku untuk bersimpuh dihadapanNya..
berjanji untuk selalu membahagiakanNya..
karena aku takut Dia pergi berpaling dari diriku..
sedangkan aku tak bisa hidup tanpaNya..

Wahai Allah Tuhan Semesta Alam yang sangat aku cintai...






Kamis, 12 Juni 2014

TUHAN TIDAK PERNAH TINGGAL DIAM

Karena diam adalah bahasa yang hanya bisa dipahami dengan hati. Hanya hati yang jernih, yang bisa melihat diam sebagai sebuah puisi indah, sebagai sajak panjang dalam malam-malam sunyi.
Karena diam adalah bahasa yang hanya dipahami oleh diri sendiri dan Tuhan. Memilih diam, adalah memilih bercakap dengan diri sendiri. Dan hanya Tuhan yang tahu. Sebab itu aku memilih diam. Sebab aku tahu, Tuhan tidak akan pernah diam saja. Dia berbuat sesuatu dan aku tidak tahu. Tapi aku selalu tahu, bahwa Dia tidak sekalipun berniat buruk padaku.

Karena diam adalah bahasa yang selama ini disampaikan bumi kepada langit. Hujan kepada tanah. Angin kepada pucuk-pucuk bunga. Tanah kepada akar pohon. Malam kepada pagi. Dan kini diam adalah bahasa yang aku sampaikan kepadamu.

Sebab alam mengajarkan cinta dalam diamnya. Memelihara cinta dalam diamnya. Memanjatkan cinta dalam bahasanya. Sebab semesta mengajarkan kasih sayang dalam diamnya. Mengajarkan keindahan dalam heningya. Dan ketenangan selalu berhubungan dengan keheningan
Tidak perlu banyak bicara dan banyak tingkah untuk mengungkapan bahasa ini. Sebab, telah aku tahu bahwa meski diam. Tuhan tidak akan diam saja.


by : Kurniawangunadi

Mencintai-Mu.....

Sebagai manusia, sebagai makhluk yang lengkap dengan akal dan hawa nafsunya. Akalku sering bertanya-tanya sendiri. Mengapa saat mencintai-Mu aku tidak bisa menjadi baik, setidaknya bertindak sok-baik. Sebagaimana kala aku merasa tertarik dengan manusia yang berbeda jenis kelamin denganku itu. 

Kala aku tertarik, segala upaya untuk menjadi ‘terlihat baik’ aku lakukan. Bahkan aku pura-pura mendekati rumah-Mu agar terlihat baik. Pura-pura membaca surat-surat-Mu agar terlihat soleh.
Aku tiba-tiba menjadi baik, rajin mandi, rajin beribadah. Didekatnya pun aku tampak ingin menyempurnakan segala tingkah laku dan bicaraku. Menghalus-haluskan tutur kata, melemah lembutkan perbuatan. Memberikan perhatian atau mungkin lebih tepatnya mencari-cari perhatian.
Kala hatiku berkata aku mencintainya, aku berbuat sedemikian rupa kepadanya. Berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia di depannya.

Hari ini, aku menanyakan keadaanku sendiri. Apa aku tidak benar-benar mencintai-Mu meski mulutku berkoar-koar menyuarakan nama-Mu. Berbicara atas nama-Mu di jalan-jalan. Mengagung-agungkan nama-Mu di dalam tulisan-tulisan. Lepas dari itu, aku tidak pernah berusaha tampil baik di hadapan-Mu. Shalatku seperti olahraga pagi, cepat sekali. Bacaanku seperti mengeja huruf paku, tidak jelas dan sedikit ngawur.

Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri. Ketika menghadapmu aku berpakaian seadanya, mandi dulu pun tidak. Berbeda ketika hendak bertemu dengannya. Berpakaian sedemikian rapi, wangi pula. Terlihat stylish sepanjang hari meski matahari terik atau hujan.

Hari ini aku bertanya-tanya. Apa aku (sungguh) benar-benar mencintai-Mu? Sementara aku tahu, Kau begitu mencintaiku. Iya kan?


by : Kurniawangunadi

"Mencari Tahu"

Tahukah kita? Seandainya setiap orang paham bahwa mencintai bukan hanya soal waktu, soal keberanian, atau soal kesempatan. Namun, soal keimanan dan ketaqwaan. Bila setiap orang sadar bahwa tidak semua perasaan itu harus dituruti. Tidak harus dikatakan. Tidak harus ditindak lanjuti. Kan sudah aku bilang, urusan ini bukan sekedar urusan waktu dan keberanian, tapi urusan keimanan dan ketaqwaan.
Tahukah kita? Terlalu banyak orang kehilangan sabar. Tidak mampu memahami keadaan. Terlalu terburu-buru mengungkapkan sesuatu. Tidak berpikir dua kali untuk bertanya-tanya, “apakah kiranya Tuhan ridho dengan tindakannya?”


Tahukah kita? Pada akhirnya orang yang bisa membersamai kita bukanlah dia yang lebih cepat atau lebih lambat. Tetapi dia yang bisa mengiringi langkah kita. Langkah yang sama jauhnya, sama pendeknya.
Tahukah kita? Memandang seseorang saat ini tidak lagi bisa dilihat dari sekedar pakaian dan isi otaknya. Sudah menjadi bias mana yang asli mana yang palsu. Seandainya setiap orang tahu, bahwa mata tidak lagi bisa mengenali dengan jujur. Tapi tidak setiap orang paham bahwa dia memiliki mata hati. Hati mengenali hati. Mata hanya mengenali fisik.


Tahukah kita? Diri kita dan apapun yang kita miliki adalah hal yang paling baik untuk kita. Bukan untuk orang lain. Apa yang dimiliki orang lain, itu yang terbaik untuk mereka. Bukan untuk kita. Seandainya kita paham konsep kecil ini, kita tidak perlu iri hati. Sayangnya, diantara kita saling membandingkan. Lalu menyakiti diri sendiri.


Tahukah kita? Waktu kita tidak banyak. Sayangnya, diantara kita banyak lupa waktu. Aku pun begitu...



by : @kurniawangunadi